Kita terlahir dari kota yang berbeda. Tapi kerap kali membicarakan tema yang sama. Yaitu "CINTA"

Kamis, 13 Maret 2014

stiletto Merah

by: Valea Fiolida

Ku kenakan stiletto merah kala senja bergulung sempurna di atas langit ciptaanNya.
stiletto merah ini mengingatkanku pada seorang teman yang mengurai hidup dengan asa menyala.
Tak peduli dengan masalah yang melilitnya, selalu ada tawa yang terlepas dari bibirnya.
Seperti stiletto merah ini, aku yakin sekali, bahwa masalah yang menjeratnya akan memudar bersama cahaya malam yang pendar.
Hidup memang tak seindah stiletto merah, tapi tak seburuk sampah.
stiletto merah, teman yang tak pernah membuatku marah, itu semua adalah anugerah.
Melalui kaki yang sudah lelah menyusuri sebagian hamparan bumi, stiletto merah bukanlah milikku seutuhnya. Aku hanya meminjam dariNya.




Gambar diambil dari sini: http://kupulandak.blogspot.com/2010_12_01_archive.html

Senja di Ujung Desa

by: Valea Fiolida

Senja diciptakan lepas dari cela, tampil begitu mempesona dengan jingga yang menyala.
Di ujung desa,
Anak-anak berkejaran menjemput mimpi yang mereka tinggalkan pada siang hari.
Berkelakar, menukar putus asa dengan ragam usaha yang tak tertakar.
Melirik ketidakpastian petinggi perihal janji-janji yang tak tertepati.
Berkali-kali mereka mengirimkan surat melalui senja kepada pemimpin di atas sana.
Tapi,
sia-sia saja
sebab janji itu telah tertelan malam sebelum sampai kepada penerimanya.

Minggu, 26 Januari 2014

Untuk Temanku : Siti Masyita



by : Valea Fiolida
Dia seperti bunga Anyelir
Takdir telah meraba-raba hati kami berdua. Lalu mempertemukan aku dan dia di dalam kampus yang sama. Dia anak perempuan dengan postur yang menyedihkan. Dia kurus karena tidak suka makan. Tapi, bukan berarti dia miskin. Aku sering berpikir dia akan terbang tersapu angin ketika sedang  berjalan,itu karena dia sangat kurus sekali.
Tidak ada catatan yang menuliskan pertama kali kami bertemu.Namun, ingatan telah mengikat kebersamaan yang terjalin. Kami layaknya Layla-Juliet, sebab selalu bersama ketika di kampus yang membuat kami mampus. Namun,harapan kami tidak pernah pupus. Entah apa juga yang membuat aku bisa bertahan berteman dengan dia. Mungkin takdir telah menuliskan sebuah catatan tentang kami,meski kami tidak pernah mencatatnya.
Aku hampir lupa mengenalkannya. Tapi bukan berarti aku melupaknnya. Aku Selalu mengingatnya. Sama seperti aku mengingat senja di ujung sana. Dia bernama “Siti Masyita”. Dan kita telah menapaki dunia bersama-sama selama enam tahun.Ya, dia yang beraroma seperti anyelir. Wanginya selalu mengalir.


Aku

Pada tahap ke berapa aku menjadi aku yang sesungguhnya?
Mungkin pada tahap ketika aku merasa menjadi manusia yang seutuhnya.
Ya,
Itu pada saat aku bercermin di depan kaca kehidupanku yang mulai retak
Dan bunyi-bunyi kesalahan yang terus berdetak

Puisi yang dimuat di Harian Waspada , 10 Maret 2013





Karya: Fikayana Damanik
Ingkar

Aku meretas pilu di atas kertas bisu
Kutuliskan kelu di ulu hatiku
Kukabarkan pada malam
tentang janji yang terlewatkan
Terkurung dalam kenangan
yang tak sempat kusampaikan
Inilah janji yang kerap kubahasakan,
namun tak mampu kusuarakan.

Diam

Kata-kata telah menyingkir
dari perbincangan
Adakah yang lebih bisu
dari keheningan?
Ketika kita bercengkrama
dengan kebungkaman
Meski nurani meneriakkan kebenaran
Dimuat Koran Waspada, 10 Maret 2013

Gambar saya ambil dari sini kulihatkurasakudengar.wordpress.com

Jumat, 24 Januari 2014

Dia

by: Valea Fiolida
Dia pelukis
yang membuat lukaku terkikis
Tidak terlalu manis
tapi dia tak berniat membuatku menangis

Padanya,cintaku tak dapat tertepis
tak akan pernah tipis
Meski cuaca sedang tragis
Aku tetap mencintainya meski nyawaku akan habis


Sketsa Bahagia

by: Valea Fiolida

Pada setiap gurat luka mengurat
Itu hasil guratan lelaki tak bernurani pada masa lalu yang pernah lekat
Di dalam hatiku yang memekat
Sebab telah dipenuhi kepedihan yang kian menyayat
Tapi,
Itu dulu
Sebelum sketsa bahagia menghampiriku
Sebelum lelaki pelukis itu mengisi hatiku
Lelaki pelukis itu telah menciptakan sketsa berwarna bahagia
Bukan luka, apalagi duka
 

Negeriku



by: Valea Fiolida



 :Rakyat Melara[t]

 Negeriku berisi rakyat yang melara[t]
Hidup dalam lingkaran sekarat
Dan bergelimang dalam janji-janji petinggi yang keparat
Rakyat sekarat
Petinggi korupsi dengan semangat
Dan kini, banjir menutup sebagian negeriku dengan cepat
Secepat korupsi yang menggerogoti rakyat
Uluran bantuan datang melambat
Sakit hati kian melekat
Rakyat dan petinggi tetap berbeda sekat




Gambar saya ambil dari sinihttp://gepyphotoworks.blogdetik.com/2010/10/23/aku-profesi-dan-fotografi/img_4890/

Kamis, 31 Oktober 2013

Kopi Latte vs Kopi sanger

Senin malam, aku dan kekasihku menyambangi Kede Kopi Kami yang terletak di Setia Budi. tepatnya di depan Mie Aceh Titi Bobrok. Tujuan utama kami sangat jelas. Mencari wifi yang kencang. Sebab, kekasihku hendak mengirim essai puisi yang diikutinya ; lomba.
Akhirnya, setelah dapat tempat duduk yang pas di hati, aku memesan kopi Latte dan kekasihku memesan kopi Sanger; kopi susu khas Aceh. 
Ini dia kopi Latte:
Dan ini Kopi Sanger: 
Tapi, kelucuan terjadi setelah pesanan datang. Tepatnya pada saat kekasihku bertemu dengan teman lamanya, dan duduk bersama mereka. Jadilah aku sendiri. Dan saat pesanan datang, aku bingung, karena kopi yang kupesan tak kunjung datang. Akhirnya, kesabaranku habis. Aku memanggil pelayan dan menanyakan perihal kopiku. Dan ternyata sudah berada di tangan kekasihku. Aku pun mengirim pesan untuk kekasihku. Dengan wajah tanpa dosa, dia menghampiriku dengan kopi latte yang tinggal setengah, tapi sambil senyum-senyum. Marah? ah, tidak. Aku tidak bisa marah ketika melihat kelucuannya. Dan kami pun tertawa bersama. Itulah cinta, tak jarangg terselip kesalahan kecil, namun berakhir dengan sebuah tawa.


Minggu, 08 September 2013

perempuan dan kereta

Diambil dari blog : http://secangkircokelat.blogspot.com/


sejak stasiun benar-benar menjadi stasiun, perempuan itu kehilangan banyak sajak
yang biasanya ia pungut tiap mendengar peluit kereta.
kini, tak ada sajak
karena kereta kebanyakan berisi isu, bukan rindu
tak lagi didengarnya cerita liris tentang harap atau mimpi-mimpi pagi
kereta yang datang di stasiun yang benar-benar jadi stasiun hanya mengantar kepura-puraan yang jumlahnya terus beranak-pinak
orang-orang yang turun dari gerbongnya memakai topeng yang sama;
kalut
sejak stasiun benar-benar menjadi stasiun, perempuan itu tak bisa lagi berlama-lama beralasan menunggu kereta
tiket yang ia punya tak banyak. dan kini, harga tiket cukup mahal untuk ditukar dengan sajak dari mimpi-mimpi lama
kemarin saja, bahkan para petugas loket tak menoleh saat ia ingin menukar tiket dengan sajak yang berisi cinta dari sebuah kota bernama setia.
setia? ulang petugas loket. kau mengada-ada, cinta dan setia sudah lama tak lagi berada dalam frasa yang sama. cobalah bawa sajak lain yang lebih berlogika, tambah petugas loket itu buru-buru.
ia mengisyaratkan agar perempuan itu segera berlalu.
jadi, kini perempuan itu tak bisa lagi menunggu kereta.
karena stasiun benar-benar menjadi stasiun.
dan sisa sajak yang ia punya, hanya tentang setia dan cinta yg masih dalam frasa yang sama.

secangkir cokelat panas: malam datang tiba-tiba di pasar malam suatu ketika...

secangkir cokelat panas: malam datang tiba-tiba di pasar malam suatu ketika...:   kita menatap seolah doa yang kita hafal buyar tiba-tiba hari gelap senja tak menyempurnakan kisahnya komidi putar membawa terang yan...

Cerita Hujan


Hujan turun berbintik-bintik. Membentuk sebuah rintik. Menyuarakan bunyi tik-tik. 

Rindu dan kenangan saling berbisik. Menimbulkan berisik. Aku hanya mampu meringkik. Seperti akan kehabisan napas pada tiap detik. Rinduku sudak menukik. dan kenangan hampir mencekik. Aku tidak panik. Sebab, rindu dan kenangan seperti manik-manik. Indah dan cantik.

Secangkir Praffuccino berhasil kuracik. Aromanya apik. 
Hujan dan Praffuccino berbagi cerita tentang cinta yang tidak terusik. Cinta yang selalu menelisik. Tentang kenangan dan rindu yang menggubah nada menjadi sebuah pekik.

Sisa Kenangan

3 Maret 2012
Tidak ada firasat yang tersirat. Bahwa aku dan kamu bisa bertemu dan saling menatap dengan erat. Napas kita juga jadi terasa berat. Dan cinta kita semakin kuat. Karena kita menyatukan dua semangat. Aku masih ingat. Seperti apa kita menghabiskan malam yang pekat. 
Kala itu tepat pukul delapan malam, perut kita sama-sama menjerit. Kita sama-sama lapar. Dan itu juga yang membuat kita jadi gusar. Akhirnya, kita memilih menu ayam bakar. Sepiring nasi hangat juga ikut membasmi lapar.
Kita menyantap ayam bakar sambil berkelakar. Malam semakin beranjak, dan kita pura-pura tidak sadar. Kita malah saling berandar Menatap bulan yang sedang berbinar.
Aku mencintaimu!

Itu kata-kata yang kau ucapkan sebelum ayam bakar di piringku tandas. Senyumku pun terulas. Pada saat itu, aku tidak memikirkan bahwa itu hanya bias. Sebab, aku menganggap itu semua sesuatu yang jelas. Aku puas. Tidak ada rasa cemas. Hanya rasa gemas yang hadir ketika melirik bibirmu yang dipulas malam, manis. Semanis olesan madu yang melekat pada daging ayam yang kita pesan. Semuanya membuatku terkesan. Banyak pesan yang sudah tersampaikan. Pesan kebaikan dan kelukaan.

Aku tidak pernah berpikir sekali saja untuk membuatmu alfa dalam perputaran pikiranku. Kau selalu ada di sela-sela cara berpikirku. Ya, kau memang begitu. Tidak mau membiarkanku melepaskanmu. Tapi...
Kau sendiri yang diam-diam melepaskanku seperti aku yang diam-diam melepaskan daging ayam bakar dari tulangnya.
Kenangan tentangmu terkadang menyamai perputaran bumi pada matahari. Sudah kuabaikan, tapi kembali dan tetap mengitari.




Senin, 26 Agustus 2013

Hikayat 1001 Malam

Tiga tahun yang lalu, ketika aku dan seorang temanku sedang berada di toko buku Gramedia. Entah bagaimana awalnya, sampai akhirnya aku melirik ke arah buku Hikayat 1001 malam. 
Hal yang pertama kali menjadi pertimbanganku ketika akan membeli buku adalah :
  1. Desain sampul
  2. Judul
  3. Penerbit
  4. Penulis
Penulis buku Hikayat 1001 Malam bukan merupakan orang yang ku kenal. Penerbitnya juga bukan penerbit tempat biasa aku membeli buku. Tapi, entah kenapa pada waktu itu, aku ingin sekali membeli buku ini. Rasa ingin yang bersarang di pikiranku begitu kuat. Dalam hati aku menamai pikiranku pada saat itu dengan satu kata "Bangsat". 
Kenapa? karena pikiranku tidak pernah bisa berhenti menggoda, sampai tiba saatnya aku memutuskan untuk membeli. Terkadang aku tertawa geli. Sebab, setiap buku yang sudah kupegang, pada akhirnya pasti ku beli. Sungguh, aku memang seorang maniak buku. Namun, aku bersyukur terlahir dan ditakdirkan sebagai manusia penyuka buku. 
Buku Hikayat 1001 Malam merupakan buku termahal pertama yang ku beli. Harga buku ini adalah sebesar Rp. 106.000,00. Buku ini hard cover, memiliki tebal 586 halaman. Aku menyukai perpaduan warna lembut pada sampul buku ini. Rasa suka juga yang mendorongku untuk memiliki buku ini. Sama halnya seperti mencintai seseorang. Karena kita menyukainya maka kita berhasrat untuk mencintai dan memilikinya. Bagiku, cinta harus memiliki. Sebab,jika tidak memiliki, itu hanya sebuah rasa kagum.

Buku-buku yang sudah resmi menjadi milikku tidak semua ku baca pada saat itu juga. Contohnya buku ini. Aku tidak membacanya begitu buku ini sudah berhasil ku beli.
Kalian pasti akan bertanya seperti ini: Kenapa membeli buku kalau tidak dibaca?

Nah, bagiku membeli buku berarti sepertiga dari membaca. Membaca berarti separuh dari memahami, dan memahami berarti 90% mengerti isi yang terkandung dalam buku. Itulah prinsipku.
Sebab aku baru membaca buku ini pada tanggal 22 Agustus 2013. Sebuah kurun waktu yang lama, bukan?. Ya, tiga tahun lebih buku ini berpindah-pindah dari tangan teman-temanku dan baru kembali ke tanganku pada tanggal 20 Agustus 2013.  

Kisah 1001 Malam adalah sebuah untaian bianglala warna-warni yang indah dan tertuang dalam kisah binatang, istana raja dan rumah jelata; dari cincin batu sampai semerbak kerajaan Sulaiman, dengan segala angin, setan, jin, dan makhluk halus yang beliau taklukkan, beserta ragam bentuk telaga, burung-burung, mutiara, dan ratna mutu manikam yang keselururuhannya terhimpun dalam untaian kisah yang begitu indah. Mengandung hikmah dan petuah. Serta memiliki gaya bahasa yang baik dan menarik.
Ada satu kesimpulan yang ku peroleh dari peristiwa membeli hingga akhirya aku membaca buku ini, yaitu:
"Setiap yang diciptakan sang pencipta pasti berguna, meski butuh waktu yang lama untuk merasakan kegunaannya"

Minggu, 25 Agustus 2013

Manfaat Yoghurt

Kamu penyuka yoghurt? atau kamu belum pernah mengetahui manfaat yoghurt? gambar di atas adalah salah satu dari sekian banyak jenis yoghurt.
 Yoghurt saat ini sudah sangat populer di kalangan masyarakat, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Berikut 10 manfaat kesehatan yang didapat dari mengonsumsi yoghurt, seperti dilansir Times of India, Selasa (4/6/2013):

1. Menjaga tulang tetap sehat
Semangkuk yoghurt dapat memberi Anda banyak kalsium dan vitamin D. Kedua komponen ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang. Kalsium yang ada di dalam yoghurt juga membantu menjaga kepadatan dan memperkuat tulang sepanjang hidup Anda. Dengan demikian, konsumsi yoghurt membantu untuk mencegah penyakit tulang seperti osteoporosis.

2. Mudah dicerna
Orang yang mengalami intoleransi laktosa karena beberapa alergi, dapat dengan aman menikmati dan mendapatkan manfaat dari yoghurt. Sebab, yoghurt lebih mudah dicerna dibandingkan susu. Kultur aktif yang hidup di dalam yoghurt menciptakan laktase, yang akan membantu meningkatkan penyerapan laktosa pada orang yang intoleran.

3. Mengandung bakteri baik
Yoghurt memiliki kultur aktif dan hidup. Ini berarti ia memiliki probiotik, yang hidup di saluran pencernaan Anda. Probiotik ini menghilangkan semua mikroorganisme berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus atau organ sistem pencernaan lain. Probiotik juga membantu fungsi kerja sistem pencernaan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

4. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi
Tak hanya kalsium, yoghurt juga mengandung banyak kalium. Kandungan kalium dalam yoghurt membantu menurunkan tekanan darah.

5. Baik untuk kesehatan kulit
Yoghurt membantu Anda untuk memiliki kulit bersih dan mulus. Asam laktat dalam yoghurt bertindak sebagai exfoliator, yang membantu menyingkirkan sel-sel mati. Selain dikonsumsi, Anda juga dapat menggunakan yoghurt sebagai masker agar kulit wajah lebih sehat.

6. Mengandung berbagai jenis vitamin
Satu porsi yoghurt dapat memberikan berbagai nutrisi seperti kalium, fosfor, vitamin B5, seng, yodium dan riboflavin. Yoghurt juga kaya akan vitamin B12, yang diperlukan untuk menjaga sel-sel darah merah dan menjaga fungsi kerja sistem saraf.

7. Meningkatkan kekebalan tubuh
Mengonsumsi yoghurt setiap hari dapat membantu menghasilkan kekebalan tubuh lebih tinggi. Probiotik yang ada juga membantu merangsang sel darah putih melawan infeksi dalam aliran darah.

8. Mengurangi risiko infeksi jamur
Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi yoghurt dapat mengurangi dan kejadian infeksi akibat jamur dalam vagina.

9. Meningkatkan kesehatan usus
Kultur aktif yoghurt membantu meringankan kondisi pencernaan tertentu seperti intoleransi laktosa, konstipasi, diare, kanker usus besar dan penyakit usus.

10. Membantu menurunkan berat badan
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh International Journal of Obesity pada tahun 2005, asupan kalsium melalui yoghurt membantu tubuh menggunakan lemak yang tersimpan. Dengan demikian, hal ini membantu Anda memiliki tubuh yang lebih ramping

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kenangan dalam secangkir Latte

Senja sedang berkemas,ketika kau menyuguhiku secangkir latte. Bibirku cemberut, membentuk sebuah kerucut. Sebab, aku bukanlah penyuka kopi. Jenis apapun itu, aku tidak pernah suka dengan yang namanya kopi.

Kau memaksaku untuk mencoba.
"Cobalah. beberapa teguk saja. Rasanya tidak seburuk yang kau pikirkan" katamu dengan tatapan penuh pengharapan .

"Baiklah" ucapku sambil meneguk kopi seduhanmu sebelum senja benar-benar berlalu.
"Tidak buruk kan?, katamu ketika aku terbuai pada tegukan kedua, ketiga, dan seterusnya, sampai aku tidak menyadari cangkir yang ku genggam sudah kosong.

"Aku menggeleng". Dalam hati, aku mengagumimu, sebab sudah menjejalkan kopi dalam hidupku, untuk yang pertama kalinya.

"Ini kopi jenis latte". Perpaduan antara kopi dan susu. Perpaduan antara manis dan pahit yang menyatu dan membentuk sebuah raa lekat yang nikmat. Seperti hidup yang kerap memadukan pahit dan manis dalam satu wadah yang sering kita sentuh, rasa, dan nikmati.

Setelah menjelaskan tentang kopi yang berhasil memsuki tenggorokanku, kau mendekatiku, dan membisikkan cinta yang tak akan pernah ku dengar lagi setelah ini. Meski senja dan latte akan tetap ada tanpamu. Namun, rasanya sudah berbeda.
Seperti senja ini, aku sengaja menyeduh secangkir latte di temani kenanganmu yang teraduk diantara susu dan kopi. Jika senja waktu bersamamu, latteku memiliki rasa yang nikmat, namun kali ini latteku memiliki rasa yang tidak hanya nikmat. sebab, rasanya lezat dan lekat. Itu karena kenangan manismu yang ikut terseduh dalam secangkir latteku.

Sejak saat itu, aku benar-benar menyukai latte. Itu karenamu. Benar, jika ada yang mengatakan " Cinta dapat merubah seseorang". Ya, seperti kamu. Kamu sudah merubahku menjadi penyuka latte nomor satu di setiap senja akan berlalu.

Senin, 12 Agustus 2013

TAPI..

Senja menyala dengan pias. Di sampingku berdiri seorang gadis manis yang sedang menyimpul senja hingga bias. Senyumnya terulas,mebuatku puas. Aku tidak mengenalnya. Tapi hatiku menginginkannya, layaknya aku yang selalu menginginkan udara. Ku amati dia dari jauh. Peluhku jadi luruh,bersama hatiku yang bergemuruh. Tanganku ingin menyentuh. Sepasang matanya yang teduh meluruhkan hatiku yang bergemuruh. Ingin sekali ku rengkuh dia,membenamkannya di dalam dadaku yang lusuh. Tapi,nyaliku tidak seluas langit yang membentang. Aku takut, aku dikira lancang. Padahal aku sayang. Aku juga ingin membawanya terbang. Tapi,aku takut dia terguncang dan aku terbuang.
Aku juga ingin mengikat sebuah cinta di dadanya,agar aku bisa memilikinya. Tapi,cintaku entah kemana.

Jumat, 09 Agustus 2013

GENRE FIKSI



Tulisan ini diambil dari web Gagas Media.
Beberapa jenis fiksi romance:
  • Mainstream Romance
  • Classic Romance
  • Teen Romance
  • Domestic Drama
  • Clique*lit
—
1. Mainstream Romance
Seperti roller coaster, novel-novel Mainstream Romance membawa emosi pembaca naik-turun. Pokoknya, semuanya tentang cinta, cinta, dan CINTA!
PLOT
Ciri lain Mainstream Romance adalah pakem Star Cross-nya; artinya sejak awal tokoh utama perempuannya sudah di-set akan berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya. Tapi bagaimana kedua orang itu saling tertarik, jatuh cinta, dan memutuskan bersama… itu dia yang pembaca ingin tahu dari novelmu!
Sebisa mungkin, hindari terlalu banyak kebetulan. Dan adegan tabrakan pas jalan berpapasan. C’mon… ada segudang cara lain yang bisa kamu pakai untuk mempertemukan pasangan di novel Mainstream Romance-mu ini.
SETTING
Optimalkan kekuatan cerita di chemistry antara dua tokoh. Ciptakan suasana yang intens dan romantis dengan deskripsi yang baik, dan jangan lupa: location, location, location. Setting tempat yang mendukung cerita akan menjadi nilai plus buat naskah kamu.
Untuk nuansa romantis yang lembut pilih tempat-tempat ber-space luas, daerah pinggir kota misalnya. Sementara untuk Mainstream Romance bertema urban, pilih daerah perkotaan atau ciptakan lingkungan fiktif yang bisa mewakili lifestyle kehidupan perkotaan. Misalnya, perkantoran elite, kantor majalah high fashion, dsb.
KARAKTER
Biarpun ini kedengarannya sepele, pilihlah nama yang menggambarkan kepribadian karaktermu. Nama-nama ‘maskulin’ (misalnya: Bobby, Andres, Tora) mempermudah pembaca membayangkan se-macho apa karakter cowokmu. Sebaliknya, nama-nama ‘uniseks’ (misalnya: Andri, Dian, Alex, Kurnia, Aulia) akan jadi sangat membingungkan.
Seperti halnya nama, pilih baik-baik profesi dan hobi karaktermu.
LAIN-LAIN
Teknik ini udah bukan rahasia lagi—saking seringnya dipakai di film-film romantis Hollywood. Pastikan semua konflik (utama, sub konflik) sudah selesai di bab kedua sebelum ending. Tutup cerita dengan satu bab yang menggambarkan seperti apa pasangan novelmu menjalani hari-hari penuh cinta mereka. Misal: kalo fokus cerita kamu tutup dengan lamaran, mungkin di bab terakhir (+ 5 halaman) kamu menhadiahkan pembaca cerita tentang momen romantis yang terjadi saat pernikahan. Quote-quote manis akan sangat membantu di bagian ini.
-
2. Classic Romance
PLOT
Ada dua jenis romance yang masuk kategori Classic Romance: romance sejarah dan romance konvensional. Seperti namanya, romance sejarah mengambil setting waktu berabad-abad lampau. Romance konvensional ber-setting lampau dan tahun sekarang, tapi temanya sangat dekat dengan budaya dan tradisi Indonesia. Bayangkan kisah cinta terlarang keturunan kraton dan orang biasa, atau hubungan yang ditentang orangtua karena masalah marga.
Saat mengerjakan novel Classic Romance, kamu tetap harus ingat: ini novel romance. Tetap perhatikan chemistry pasangan yang menjadi tokoh utama dan awasi baik-baik perkembangan cinta mereka.
SETTING
Konflik adat dan keluarga sangat kental di Classic Romance. Mainkan kreativitasmu untuk menciptakan setting yang memancing konflik kuat dan nggak mengada-ada, misalnya: acara keluarga besar yang memungkinkan clash antara cara pikir generasi muda dan generasi tua.
Kekuatan di novel-novel seperti ini terletak di setting waktu dan tempat. Kamu harus bisa meyakinkan pembaca bahwa semua kejadian di novelmu terjadi di waktu dan tempat yang kamu tetapkan. Karenanya, kamu sebaiknya melakukan riset yang cukup dulu sebelum mengerjakan novel ini.
DESKRIPSI
Hati-hati saat mencecerkan fakta di novel Classic Romance-mu. Menyelipkannya sebagai deskripsi—apalagi sampai kebanyakan—bisa membuat novelmu berubah jadi semi non-fiksi dan, lebih buruknya lagi, kayak brosur! Menjadikannya sebagai bagian dialog kadang-kadang malah membuat si tokoh seperti tukang obat yang cerewet. Sekali lagi, hati-hati. Nggak sedikit penulis yang terpeleset di kecenderungan ini.
LAIN-LAIN
Hati-hati dengan penggunaan bahasa slang. Noni-noni di Batavia belum kenal istilah ‘sumpe lo’ atau ‘kepo banget sih lo’. Oke, emang lucu sih… tapi nggak bakal lucu kalo novelmu terbit dan ada pembaca yang menemukan kesalahanmu itu.
-
3. Teen Romance
PLOT
Mulailah novelmu dengan hal-hal ringan. Bisa jadi tokoh cewek dan tokoh cowokmu baru bertemu. Bisa jadi juga mereka berantem dan saling benci sebelum mengenal satu sama lain lebih jauh. Terserah.
Buat pembaca bersenang-senang dengan plot novelmu. Jangan terlalu terburu-buru membuat tokoh-tokoh utamamu jatuh cinta, biaskan mereka menikmati perasaannya. Buai pembaca dengan pertemuan-pertemuan yang megesankan, kencan pertama yang canggung tapi berakhir menyenangkan, ciuman malu-malu… biarkan pembaca terbawa jauh ke dalam cerita cinta buatanmu.
‘Jadian’ memang ending Teen Romance pada umumnya, tapi bukan berarti kamu nggak bisa bermain-main dengan pakem ini. Ciptakan sub plot yang bikin penasaran atau tokoh-tokoh lain yang mendukung/menghalangi cinta mereka. Jadi, biarpun sudah kebayang ceritanya bakal berakhir bahagia, buat pembacamu ketagihan untuk terus membaca sampai halaman terakhir.
KARAKTER
Dunia sekolah dan kuliah adalah fokus utama Teen Romance. Usia tokoh utama di novel ini biasanya berkisar antara 18-24 tahun. Sedangkan untuk tokoh pendukung, pilih yang mewakili dunia di sekitar tokoh utama. Bisa jadi kepala sekolah, mantan, tetangga, orangtua, teman-teman, atau malah musuh bebuyutannya.
Tokoh cowok di Teen Romance biasanya ganteng… tapi jangan buat dia jadi sempurna. Ciptakan karakter yang punya kelemahan, entah itu ketakutan pada hal tertentu, trauma, kebencian, dan dendam. Kekurangan membuat si tokoh terasa nyata.
Meskipun Teen Romance pada dasarnya adalah cerita cinta, pembaca ternyata lebih fokus pada bagaimana akhirnya si tokoh cewek mendapatkan cinta cowok idamannya. Jadi, pikirkan baik-baik tokoh utama cewek di novelmu. Lakukan riset kalau perlu.
Jangan terjebak di klise ‘cewek tomboy’ dan ‘cewek feminin’.
Tokoh cewek yang sempurna akan membuat pembaca sulit bersimpati karena cewek seperti ini biasanya dianggap mudah mendapatkan segalanya.
Dalam fiksi, baik tema maupun karakter memiliki fokus perhatian yang sama besarnya. Tapi, di Teen Romance, daya tarik sesungguhnya terletak di seberapa meyakinkannya tokohmu mewakili dunia remaja saat ini. Jadi, sebelum menulis, pastikan kamu sudah memiliki bayangan jelas tentang gaya hidup remaja, apa yang sedang mereka gandrungi, tontonan dan game favorit, hobi, dsb. Pelajari cara mereka bicara dan masalah yang sedang mereka hadapi.
LAIN-LAIN
Hati-hati dengan klise. Pacaran dengan anak band dan anak basket bukan hanya ‘biasa’ banget di Teen Romance, tapi juga kemungkinan sudah banyak dipakai penulis lain sebelumnya. Mulailah riset dan temukan ide-ide menarik untuk novelmu. Majalah remaja adalah salah satu sumber yang bagus untuk menggali ide.
Teen Romance biasanya ditulis dari sudut pandang orang pertama atau orang ketiga, tapi beberapa novel bagus malah menggunakan sudut pandang orang kedua. Pilihlah yang menurut kamu paling cocok dengan gaya berceritamu.
Adegan romantis di Teen Romance cenderung lembut dan manis. Hindari adegan-adegan vulgar yang nggak cocok dibaca anak sekolah.
-
4. Domestic Drama
PLOT
Sesuai namanya, novel-novel Domestic Drama bercerita tentang pasang surut dalam kehidupan pernikahan. Masalah-masalah yang dialami tokoh utama (suami-istri) tak jauh-jauh dari kehidupan rumah tangga lainnya: uang, karier, anak, kehidupan bermertua, tetangga, pendidikan anak, dsb. Pilih konflik yang membumi dan tidak mengada-ada.
Sebaiknya mengambil latar belakang keluarga menengah ke atas. Konflik keluarga kelas atas biasanya berkutat di masalah skandal, which is bukan pilihan konflik yang sedang kita cari.
What happens in family, stays in family. Jangan biarkan konflik dalam novel Domestic Drama-mu diselesaikan/dibantu orang yang bukan keluarga. Lebih baik lagi, jika tokoh utamanya sendiri yang menyelesaikan masalah rumah tangganya—yang, tentu saja, dengan segala pergumulan dan kesadaran diri.
Konflik atau sub-konflik orang ketiga sebaiknya dihindari. Bukan saja klise, tapi outdated—alias kuno banget.
KARAKTER
Karakter-karakter pendukung Domestic Drama tak jauh-jauh dari lingkungan keluarga: anak, mertua, kakek, nenek, cucu, paman, bibi—bahkan mungkin, tetangga. Semua tokoh yang dilibatkan dalam Domestic Drama sebaiknya dipilih yang benar-benar membantu tokoh utama dalam menyelesaikan masalah pernikahannya.
Newlyweds (pengantin baru) adalah topik favorit Domestic Drama. Bukan saja karena di fase inilah banyak sekali kemungkinan konflik yang bisa terjadi, tapi juga fakta bahwa pembaca romans GagasMedia yang mayoritas dewasa muda bisa dengan gampang ‘terlibat’ ke isi cerita. After the Honeymoon (Ollie) adalah contoh baik novel Domestic Drama bertema newlyweds.
LAIN-LAIN
Butuh inspirasi? Tonton serial-serial TV seperti Home and Away, Neighbours, Growing Pains, Family Ties, Six Feet Unders, dan Brothers and Sisters untuk mencari inspirasi.
-
5. Clique*lit
PLOT
Tema besar Clique*Lit adalah pergaulan dan pertemanan. Jadi, plot yang kamu temukan di serial Glam Girlshanyalah sebagian kecil dari banyak sekali kemungkinan tema. Bisa jadi, novel Clique*Lit-mu bercerita tentang pergaulan anak-anak di asrama atau tempat kos. Atau, novelmu bercerita tentang sekelompok remaja yang melakukan study trip bersama. Atau, tentang perseteruan di antara anak-anak Klub Ilmiah Remaja (KIR). Have fun. Pikirkan cerita-cerita yang out of box.
Sumber konflik di genre Clique*Lit berasal dari: ambisi, skandal, kebencian, dendam, kekecewaan, persaingan, dan pengkhianatan.
Isu popularitas paling cocok untuk clique cewek (Glam Girls). Isu siapa yang lebih jago, lebih berani paling cocok untuk clique cowok (The Outsider, S.E. Hinton).
Kunci memilih konflik apa yang muncul di novel kamu terletak di background tokoh utamamu. Semakin high class statusnya, konflik tokoh nggak jauh-jauh dari sesuatu yang scandalous—gosip, rahasia, aib, dsb.
KARAKTER
Anggota clique atau geng bisa dibeda-bedakan menjadi empat karakter menonjol:
  • Karakter Alpha digambarkan sebagai sosok pemimpin clique. Tokoh yang seperti ini biasanya memiliki kelebihan yang sangat menonjol (misalnya: sangat pintar atau sangat kaya), goal-oriented, keras kepala, dan nggak mau kalah. Tokoh yang seperti ini bisa jadi adalah anak tunggal di keluarganya.
  • Karakter Beta digambarkan sebagai sosok yang nggak selalu seide dengan Alpha, tapi nggak bisa berbuat apa-apa kecuali menuruti kemauan Alpha. Beta biasanya menghormati pendidikan, jadi tokoh ini dihormati karena intelegensianya. Tokoh Beta membuat banyak pertimbangan sebelum memutuskan sesuatu, paling mungkin terjebak rutinitas (karena melakukan segala sesuatunya secara sistematis). Tokoh Beta punya insekuritas tersendiri; misalnya nggak suka berada di tempat ramai, nggak percaya diri dengan tubuhnya, dsb.
  • Karakter Theta adalah sosok follower sejati. Punya ambisi ingin seperti Alpha tapi nggak cukup berani untuk bersikap tegas. Biang gosip. Berpotensi sebagai backstabber.
  • Karakter Floater adalah sosok yang gampang masuk ke clique manapun. Tokoh ini biasanya memiliki daya tariknya sendiri. Berasal dari keluarga public figure. Paling nyantai di antara semua karakter. Punya agenda sendiri, jadi nggak melulu merasa harus mengikuti maunya si Alpha.
Masing-masing clique punya identitas sendiri. Entah itu gaya berpakaian, slang, bahkan tempat nongkrong. Pastikan clique di novelmu memiliki identitas.
SETTING
Selain karakter, setting adalah faktor yang penting kamu perhatikan. Sebelum memutuskan menggunakan setting(waktu & tempat) tertentu, pertimbangkan hal-hal berikut:
  • Seberapa berpengaruh setting ceritamu dengan plot? (cara mengetes: ‘pindahkan’ ceritamu ke setting yang sama sekali berbeda. Misalnya, novel Glam Girls. Kalau Rashi and the clique dipindahkan ke sekolah negeri, apakah ceritanya akan berubah total? Novel ini bercerita tentang pergaulan dengan teman-teman dari negara berbeda dan juga gaya hidup remaja high class. Jadi, ya. Setting sekolah internasional terbukti berpengaruh sekali dengan plot.
  • Seberapa banyak interaksi tokoh dengan setting yang kamu buat?
  • Apakah setting-mu meyakinkan atau berkesan ‘tempelan’ saja? (solusi: kamu harus riset lagi supaya bisa menciptakan setting yang lebih baik)
LAIN-LAIN
Pastikan bahanmu cukup sebelum memutuskan untuk menulis novel Clique*Lit-mu. Kamu bisa belajar membuat plot Clique*Lit dari karya-karya sastra klasik seperti Shakespeare. Cari tahu lebih banyak tentang peer pressure di internet dan buku-buku di perpustakaan.